Mitos dan Fakta tentang Penyakit Jantung


Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia. Namun, sayangnya masih banyak mitos dan fakta yang salah mengenai penyakit ini. Kita perlu mengenal lebih dalam tentang mitos dan fakta tentang penyakit jantung agar bisa mencegah dan mengatasinya dengan lebih baik.

Salah satu mitos yang sering kita dengar adalah bahwa penyakit jantung hanya menyerang orang tua. Padahal, menurut dr. Lisa Rosenbaum, seorang ahli jantung dari Harvard Medical School, “Penyakit jantung tidak mengenal usia. Semua orang, mulai dari anak-anak hingga lansia, berisiko terkena penyakit jantung.”

Fakta lain yang perlu diketahui adalah bahwa merokok dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung. Dr. Richard Krasuski, seorang ahli kesehatan jantung dari Cleveland Clinic, mengatakan, “Merokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.”

Selain itu, masih banyak orang yang percaya bahwa penyakit jantung tidak dapat diwariskan. Namun, menurut Dr. Sharonne N. Hayes, seorang ahli jantung dari Mayo Clinic, “Faktanya, sebagian besar penyakit jantung memiliki komponen genetik. Jika ada riwayat penyakit jantung dalam keluarga, maka risiko terkena penyakit jantung akan meningkat.”

Mitos tentang penyakit jantung juga sering terkait dengan aktivitas fisik. Banyak orang berpikir bahwa hanya olahragawan yang bisa terkena penyakit jantung. Padahal, menurut Dr. Martha Gulati, seorang kardiologis dari University of Arizona College of Medicine, “Aktivitas fisik yang teratur justru dapat membantu mencegah penyakit jantung. Bahkan orang yang tidak pernah berolahraga pun bisa terkena penyakit jantung jika tidak menjaga pola makan dan gaya hidup sehat.”

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa mitos dan fakta tentang penyakit jantung perlu diketahui dengan baik agar kita bisa mencegah dan mengatasinya dengan lebih efektif. Jangan percaya begitu saja pada informasi yang tidak jelas sumbernya. Konsultasikan dengan dokter atau ahli kesehatan jika memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai penyakit jantung. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.